KESERUAN CAFIFEST 2021

CAFIFEST 2021 (CANDRADIMUKA FILM FESTIVAL)




Pada postingan kali ini saya akan bercerita tentang serunya CAFIFEST 2021 di Aula Ismail Jalili, Stisipol Candradimuka Palembang, pada awalnya saya dan team yang berjumlah tiga orang membuat film yang bergenre horor dan mengikuti CAFIFEST 2021, tapi sayangnya film yang kami buat ternyata kalah, tapi gapapa karena ini adalah film yang saya dan teman-teman buat untuk pertama kalinya. gak masalah menang atau kalah karena inti dari CAFIFEST 2021 ini saya bisa kenal dunia Sinematografi lebih jauh dan mendapatkan pengalaman tentang membuat film, editing film, cara pengambilan gambar dan video.




Ada juga tahap-tahap dalam pembuatan film yang harus di lalui yaitu, tahap pra-produksi, produksi, dan pasca produksi, ketiga tahap tersebut adalah inti dari sebuah pembuatan film. dan pada film saya dan teman-teman buat, kami mempelajari dari berbagai sumber mulai dari buku yang berjudul Memahami film edisi 2 karya Himawan Pratista yang saya jadikan pedoman dalam membuat film, dan kami juga belajar dari youtube untuk cara pengambilan gambar dan video, juga tidak lupa dari google pastinya. karena sebuah film. namun sebuah film memiliki kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa visual yang khas. untuk bisa memahami film secara utuh harus memiliki pengetahuan tentang sinematik.



Dan membuat film itu susah-susah gampang karena kita harus memahami dasar-dasar dalam pembuatan film, dan mengajak teman untuk membuat film karena tidak ada film yang bisa dibuat sendirian, karena dalam membuat film di butuhkan crew film, alat-alat dan property seperti kamera, audio dan yang  lainnya. apalagi banyak film-film pendek di youtube pada awalnya saya melihat sepetinya mudah membuat film pendek, tapi ternyata sulit dan rumit dalam membuat film. dan alhamdulillah film kami selesai sebelum tanggal yang di tentukan dan bisa mengikuti CAFIFEST 2021.

Buat kalian yang ingin terjun di dunia Sinematografi ini, saya sarankan agar bisa banyak belajar teknik dasar dan latihan syuting nya, agar pada saat produksi film kalian akan lebih baik. dari situ anda bisa melihat bagaimana penerapan Sinematografi yang tepat. 

Dan ini adalah solusi pembuatan film buat kalian yang kesulitan dalam membuat film di Sinematografi.

1. Development
    Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah development. Dalam tahap ini kita harus melakukan :
pengembangan ide, menentukan jenis cerita, menentukan genre dan format, penulisan skenario. Dalam tahap pengembangan ini triangle system harus bekerja sama dengan baik, triangle system dalam pembuatan film yaitu : produser, sutradara, dan penulis naskah. Dengan bekerjasama yang baik, ketiganya bisa mudah mendapatkan ide. 
Mereka juga akan mudah membuat premis, sinopsis, treatment kemudian skenario. Berikutnya produser dan sutradara menyiapkan treatment untuk menyampaikannya kepada investor. Jika berhasil, film ini akan menerima dana untuk proses produksi.

2. Pra Produksi
    Setelah seluruh proses pengembangan sudah terlewati, langkah berikutnya adalah proses pra-produksi. Dalam tahap ini, semua harus berhati-hati dalam merancang dan merecanakan. Karena tahap ini akan menentukan tahap berikutnya. Ada pendapat bahwa dalam tahap kedua ini biasanya banyak sekali perdebatan. Namun lebih baik berdebat di tahapan kedua ini untuk mencari solusi terbaik. Daripada berdebat saat sudah berada dalam proses produksi. jadi lebih baik berdebat saat ini. Walau memakan waktu, tenaga dan pikiran.

Dalam tahap ini hal yang harus dipersiapkan adalah;

perencanaan biaya, penjadwalan, analisis naskah, pembagian tugas (analisis karakter, analisis wardrobe, analisis setting dan property), master breakdown, hunting (hunting lokasi dan penetapan lokasi, hunting properti dan wardrobe, casting, perekrutan kru dan penyewaan peralatan), dan yang paling terakhir adalah desain produksi.

3. Produksi
    Setelah melewati 2 (dua) langkah sebelum, sebenarnya itu masih belum matang. Bahkan setengah matang pun belum. Dalam tahap ini seluruh materi yang sudah direncanakan pada dua tahap sebelumnya akan direkam. Baik merekan gambar maupun merekam suara. Kalau seluruh perencanannya baik, maka akan lebih mudah dalam menghasilkan karya yang bagus. Akan tetapi, sering terjadi dalam setiap pembuatan film apa yang direncanakan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Selalu saja ada hambatan dan perubahan. Saat terjadi kondisi seperti ini dibutuhkan kemampuan untuk mengambil keputusan yang baik,cepat, dan tidak mudah panik. Apalagi kalau ada perubahan mendadak yang memerlukan solusi cepat.

4. Pasca Produksi
    Setelah kegiatan produksi selesai, akan memasuki tahap Pasca Produksi. Seluruh hasil rekaman akan dilihat dan di-edit. Ada Editing, penataan suara, penambahan efek, scoring music, dan colour grading. Dalam tahap ini, bukan hanya seorang editor saja yang mempunyai tugas atau peran dalam menentukan potongan gambar. Tetap ada pengawasan dari sutradara dan produser pada tahap editing. Demikian untuk menjaga keutuhan dan kualitas cerita.

5. Distribusi
    Tahap terakhir dalam proses produksi film adalah pendistribusian. Kalau kamu membuat film, tentu ingin filmmu ditonton oleh sebanyak-banyaknya orang bukan? Dalam tahap ini ada beberapa pilihan untuk menyaluran film. Filmmu bisa saja diputar di bioskop atau di pemutaran film alternatif lainnya, seperti festival film. Atau melalui media digital seperti DVD untuk disebarkan. Dalam memilih kanal distribusi ini perlu adanya pertimbangan yang baik. Akan lebih baik dan sempurna kalau sudah ditentukan sejak saat development dan pra-produksi. Agar target penonton film yang kita produksi bisa tepat sasaran sesuai rencana..


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

2023 Harus Skripsi (Affran Irfal)

Memahami Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Bagian B